Wednesday, March 12, 2014

Penalaran Induktif & Deduktif


Penalaran Deduktif merupakan suatu cara berpikir dengan menggunakan argument yang bersifat umum yang kemudian di evalusai sehingga dapat ditarik kesimpulan yang spesifik atau khusus. 

Penalaran Deduktif dibagi menjadi 2 macam : 
  • Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
  • Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui. 

Example :
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai penanda status social.

Penalaran Induktif merupakan sebuah cara berpikir dengan melibatkan argument khusus atau individual yang kemudian dapat menghasilkan kesimpulan yang bersifat umum.

Penalaran Induktif dibagi menjadi 3 macam :
  • Generalisasi merupakan pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain. 
  • Example : 
      Jika dipanaskan, besi memuai.
      Jika dipanaskan, tembaga memuai.
      Jika dipanaskan, emas memuai.
      Jika dipanaskan, platina memuai
      Jadi, jika dipanaskan, logam memuai.
  • Analogi merupakan cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
  • Example : 
      Ali adalah lulusan Akademi Amanah.
      Oleh Sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
  • Hubungan kausal merupakan penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
  • Example :
    1) Sebab- akibat.
    Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
    2) Akibat – Sebab.
    Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
    3) Akibat – Akibat.
    Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.

No comments:

Post a Comment